shop-triptrus

13 Bangunan Bersejarah Di Pandeglang

Short URL : http://triptr.us/lp69

TripTrus.ComPandeglang berada di bawah keresidenan Banten, sebagai ibukota dari wilayah Banten Tengah. Meskipun begitu, Pandeglang bukan merupakan sebuah kabupaten, tapi memiliki posisi sebagai daerah administratif yang menentukan dalam perpolitikan pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada saat itu (Dahlan dan Lasmiyati, 2007). Penetapan Pandeglang sebagai sebuah kabupaten terdapat dalam Staatblad Nomor 73 Tahun 1874, tentang pembagian daerah, dalam Ordonansi tanggal 1 April 1874. Dengan demikian, berdasarkan surat keputusan tersebut, Pandeglang merupakan kota yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Hal tersebut diperkuat dengan bukti tinggalan bangunan kolonial yang ada di Kota Pandeglang, yang mengindikasikan bahwa kota ini memiliki tata kota kolonial bentukan pemerintah Hindia Belanda pada masa lalu.

1. Gedung Lembaga Pemasyarakatan Pandeglang

Bangunan LP atau Penjara terletak di Jalan Letnan Bolang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, dengan jarak tempuh dari Ibu Kota Provinsi Banten berkisar 23 km. Bangunan penjara Pandeglang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 m2, luas bangunan 40 x 40 m2, dibangun sekitar tahun 1918, seiring berlakunya sistem kepenjaraan di Indonesia.

Sebelum tahun 1917 di Indonesia belum mengenal adanya pidana kurungan. Sistem ini diambil oleh pemerintah kolonial Belanda dari negara induknya, yakni Belanda. Hal ini sebenarnya merupakan cara pandang kaum liberalis sebagai perwujudan Revolusi Perancis yang sebelumnya memberlakukan hukuman pidana mati, potong tangan, dipukul, ditusuk dengan besi panas dan pidana buangan.

Keaslian bangunan masih tampak pada bangunan di dalam komplek. Hanya saja pada pintu gerbang yang terdapat di bagian depan telah terjadi perubahaan, mungkin penggantian ini dikarenakan pertimbangan keamanan karena komponen pintu tersebut sudah mulai lapuk.

2. Eks Gedung Sipir Belanda

Di antara bangunan bangunan kuno di sekitar Alun-Alun Menes, bekas gedung Sipir Belanda ini tampak unik dibandingkan bangunan yang sezaman. Bangunan ini termasuk bagian dari bangunan-bangunan kolonial yang masih tersisa yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848. Sisa-sisa dari keseluruhan bangunan masih dapat dilihat di bagian belakang yang masih luas ke belakang.
Kepurbakalaan ini berbentuk bujur sangkar dengan luas 20 m x 12 m. Pada bagian muka terdapat dua jendela dan satu buah pintu masuk. Kedua jendela mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yakni berbentuk persegi panjang dengan bentuk lubang angin seperti setengah lingkaran, yang terletak tepat di atas jendela dan di atas pintu masuk. Jendela diberi jeruji vertikal dan lubang angin berbentuk huruf “V” dan berbentuk setengah lingkaran.

Terdapat dua tiang semu (pilaster) pada sudut bangunan dan dua pilaster yang mengapit bagian pintu. Pilaster ini memiliki hiasan berupa pelipit-pelipit. Pilaster bentuknya mirip pilar sebenarnya, hanya keletakannya yang menyatu dan menjadi bagian dari dinding. Atap bangunan ditutup genting. Terdapat semacam canopy yang menaungi pintu. Bangunan ini berada di Jalan Alun-Alun Barat Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan Menes dengan jarak tempuh sekitar 51 km dari Ibu Kota Provinsi, atau kurang lebih 28 km apabila ditempuh dari Kota Pandeglang.

3. Eks Gedung Kewedanaan Labuan

Bangunan Gedung Kewedanaan Labuan terletak di Jalan Pegadean, Kelurahan Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Fungsinya sekarang adalah sebagai gedung serbaguna. Jarak tempuh untuk mencapai ke lokasi sekitar 64 km dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten dan hanya ditempuh 41 km dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang.

Bangunan ini berdiri di atas lahan ± 1000 m2. Luas bangunan 20 m x 22 m.  Berbentuk bujur sangkar, yang merupakan salah satu ciri arsitektur masa kolonial, sehingga bila terlihat tampak muka, simetris yang kokoh. Denah simetris ini memberikan kemudahan untuk melakukan penambahan pada samping bangunan. Bentuk bangunan ini berbentuk sederhana bergaya joglo dan memiliki sudut lancip di tengahnya. Penutup atap terbuat dari genteng. Pada bagian badan terdapat jendela dan pintu berukuran besar. Pada setiap dua jendela kaca terdapat daun jendela yang terbuat dari susunan kayu horisontal (jalosie window) sebanyak 4 buah pada masing-masing sisi bangunan. Tiga perempat daun pintu berbentuk jalosie window, sementara seperempat bagian bawah dihias motif panel persegi empat.

4. Gedung Pendopo Kecamatan Menes

Bangunan yang terletak di Jalan Alun-alun Timur Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan menes, Kabupaten Pandeglang ini sekarang berfungsi sebagai gedung serba guna. Peruntukkan awal bangunan ini adalah untuk persiapan gedung dinas Bupati Caringin. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tua yang masih tersisa dari beberapa bangunan kolonial yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848.

Untuk menuju ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, dengan jarak dari Ibu Kota Provinsi Banten sekitar 51 km atau hanya sekitar 28 km dari Ibu Kota Kabupaten pandeglang.

Arsitektur bangunan bekas Kewedanaan Menes ini merupakan gabungan antara arsitektur lokal berupa bangunan pendopo dan arsitektur kolonial yang diwakili oleh tembok-tembok berukuran tebal dan tinggi. Bangunan ini memiliki ukuran luas 20 m x 22 m. Arsitektur lokal terlihat pada bentuk atapnya yang memanjang, yang biasa disebut dengan istilah limasan.

Bentuk atap seperti ini banyak ditemukan pada bangunan-bangunan berarsitektur jawa. Terdapat dua bangunan tambahan pada bagian depan, yakni bangunan serambi, dan yang kedua menyerupai bantuk seperti koridor dan menyatu dengan bangunan utama. bangunan ini didirikan pada pondasi yang kokoh dan masif, terdapat tiga terap tangga untuk naik ke bangunan ini. Sisi-sisi atap diberi lisplang yang berfungsi sebagai penutup tiris berbentuk mata tombak. Beberapa tiang ukuran kecil menopang atap bangunan.

Bangunan ini berfungsi sebagai gedung dinas Camat kecamatan Menes. Mempunyai kesamaan bentuk dan arsitektur yang terdapat pada gedung Pendopo Kecamatan Pandeglang, gedung pendopo Kawedanaan Menes dan gedung Pendopo Kecamatan Saketi. Luas kawasan Kecamatan Menes ini ± 500 m2.

Di depan bangunan utama terdapat sebuah bangunan berbentuk joglo bertiang dua belas buah tiang kecil. Bangunan ini tidak berdinding penuh, dinding terdapat pada tiap sudut bangunan yang masing-masing menempel pada tiga tiang. Sementara bangunan utama mempunyai empat persegi dan pada puncaknya terdapat limas. Bangunan ini mempunyai dinding pada setiap sisinya. Sebagian dinding bagian bawahnya diberi lapisan batu andesit. Sampai  saat ini tanggal pendirian bangunan belum diketahui, karena belum ada sumber-sumber yang memadai. Tetapi diperkirakan sekitar tahun 1848, se zaman dengan bangunan pemerintahan kolonial yang ada di wilayah Menes.

5. Eks Gedung Pendopo Kewedanaan Menes

Bangunan yang terletak di Jalan Alun-alun Timur Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan menes, Kabupaten Pandeglang ini sekarang berfungsi sebagai gedung serba guna. Peruntukkan awal bangunan ini adalah untuk persiapan gedung dinas Bupati Caringin. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tua yang masih tersisa dari beberapa bangunan kolonial yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848.

Untuk menuju ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, dengan jarak dari Ibu Kota Provinsi Banten sekitar 51 km atau hanya sekitar 28 km dari Ibu Kota Kabupaten pandeglang.

Arsitektur bangunan bekas Kewedanaan Menes ini merupakan gabungan antara arsitektur lokal berupa bangunan pendopo dan arsitektur kolonial yang diwakili oleh tembok-tembok berukuran tebal dan tinggi. Bangunan ini memiliki ukuran luas 20 m x 22 m. Arsitektur lokal terlihat pada bentuk atapnya yang memanjang, yang biasa disebut dengan istilah limasan. Bentuk atap seperti ini banyak ditemukan pada bangunan-bangunan berarsitektur jawa. Terdapat dua bangunan tambahan pada bagian depan, yakni bangunan serambi, dan yang kedua menyerupai bantuk seperti koridor dan menyatu dengan bangunan utama. bangunan ini didirikan pada pondasi yang kokoh dan masif, terdapat tiga terap tangga untuk naik ke bangunan ini. Sisi-sisi atap diberi lisplang yang berfungsi sebagai penutup tiris berbentuk mata tombak. Beberapa tiang ukuran kecil menopang atap bangunan.

6. Gedung Kodim 0601 Pandeglang

Gedung Kodim 0601 Pandeglang terletak di jl. alun-alun No. 2 Pandeglang. Adapun ciri-ciri arsitektural kolonial yang dapat ditemui pada bangunan ini yang sudah menjadi ciri umum bangunan masa kolonial antara lain: model atap yang rendah, dengan satu buah pintu masuk depan dan komposisi vertikal, dibangun pada tahun 1918.

Bangunan ini mempunyai denah bujur sangkar dengan 4 terap anak tangga dan pondasi yang masif. Atap bangunan ini berbentuk atap limasan, namun iirisan gambar atapnya memiliki sudut lancip pada bagian atas dan luas atap hanya sedikit luas jika dibandingkan dengan luas dinding. Terdapat semacam atap tambahan yang menaungi bagian teras dan beberapa jendela, diduga bagian ini berfungsi sebagai pelindung dari tempias hujan. Pada bagian depan bangunan terdapat 4 buah pilar yan bergaya tuscan. di keempat sudut bangunan luar terdapat 4 pilar penopang. Secara umum dapat dikatakan bahwa bangunan ini bergaya arsitektur neo-klasik.

7. Eks Gedung Pendopo Kecamatan Saketi

Gedung ini beralamat di Jalan Raya Labuan, Kelurahan Purwasari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Jarak tempuh dari Ibu Kota Provinsi sekitar 42 km, sementara jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang ± 19 km.

Keadaan bangunan ini sudah tidak terawat dan sebagian sudah mulai mengalami kerusakan. Luas bangunan sekitar 12 m x 18 m persegi. Bentuk atap bangunan ini menyerupai bentuk atap gedung bekas pendopo Kecamatan Pandeglang, yaitu atap limasan. Bangunan ini dulu berfungsi sebagai kantor Kecamatan yang kini menghuni gedung baru.

Sebagai bangunan yang memiliki gaya yang khas pada masanya, bangunan ini menjadi penting artinya bagi ilmu pengetahuan. Tampaknya bentuk atap limasan pernah menjadi model arsitektur atap rumah pada sekitar tahun 1847-an, hal ini mungkin disesuaikan dengan keadaan iklim di Indonesia.

8. Eks Rumah Dinas Komisaris Polisi

Rumah ini terletak di jalan Alun-alun Barat Menes, Kelurahan Purwareja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Provinsi sekitar 51 km atau 28 km dari Ibu Kota kabupaten Pandeglang.

Semula berfungsi sebagai rumah Dinas Komisaris Polisi pada masa pemerintahan kolonial. Diperkirakan bangunan ini didirikan pada tahun 1848-an. Bangunan ini merupakan living monument dengan kondisi pemeliharaan cukup baik, sejak dibangun hingga sekarang belum mengalami perubahan maupun pemugaran yang sifatnya mendasar.

Luas tanah yang ditempati oleh bangunan ini seluas ± 400 m2. Sementara luas bangunan 14 m x 12 m. Sekarang bangunan ini masih dipergunakan untuk rumah tinggal Kepala POLSEK Kecamatan Menes.  Bentuk denah bangunan ini bujur sangkar, dengan bentuk atap limasan. Pada bagian belakang terdapat beberapa bangunan tambahan yang tampaknya merupakan bangunan pelengkap. Jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Provinsi sekitar 51 km atau 28 km dari Ibu Kota kabupaten Pandeglang.

9. Eks Gedung Pendopo Kecamatan Pandeglang

Bangunan yang langka dan unik ini merupakan bangunan pendopo Kecamatan Pandeglang. Terletak di Jalan Letnan Bolang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten untuk ke lokasi ini harus menempuh jarak sekitar 23 km, sedangkan jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang 0,5 km.

Bangunan ini tampak menonjol dibandingkan dengan bangunan lain yang ada disekitarnya. Keunikan yang menonjol tampak dari bentuk atap bangunan yang berbentuk limasan dan mempunyai ukuran cukup besar. Bentuk atap seperti ini dipengaruhi oleh arsitektur venakular Jawa. Di bagian depan terdapat bangunan tambahan yang disangga oleh dua tiang polos. Bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 500 meter persegi dengan luas bangunan ± 12 m x 18 m ini dibangun sekitar tahun 1848 dengan peruntukkan awal sebagai gedung dinas camat, sekarang dimanfaatkan sebagai kantor Dinas PU Pandeglang Bidang Kebersihan.

Keadaan bangunan relatif cukup baik dan terpelihara karena masih terus dipergunakan.

[Baca juga : "3 Bangunan Bersejarah Di Tangerang Yang Harus Dikunjungi"]

10. Eks Gedung Pendopo Kewedanaan Pandeglang

Letak gedung ini di jalan KH. Abdul Halim, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang tepat di pusat Kota Pandeglang, yang berjarak sekitar 23 km dari Pusat Ibu Kota Provinsi Banten.

Semula gedung ini digunakan sebagai gedung dinas wedana. Berdiri di atas lahan seluas ± 1500 m2 dengan luas bangunan ± 20 m x 10 m.  Ditopang oleh pondasimasif setinggi 40 cm yang terbuat dari batu bata. Atap bangunan berbentuk limasan, terdapat bagian mirip entablatur di bagian atas. Pada bagian muka terdapat selasar yang diberi atap tambahan. Daun jendela dandaun pintu gedung ini berukuran besar dengan engsel dorong. Bangunan ini diperkirakan berdiri sekitar tahun 1848. Kini gedung yang telah direhabilitasi pada tahun 2004 berada dalam lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang beralih pusat sebagai Bale Budaya.

11. Masjid Jami Al Khusaeni Carita

 
 
 
View this post on Instagram

Bulit in 1889M #masjidalkhusaericarita

A post shared by Budi Hartono (@bharton8cool onMay 11, 2018 at 5:24pm PDT

Ruang utama masjid ini dibatasi dinding pada keempat sisinya. Pintu terdapat pada sisi timur, utara dan selatan yang menghubungkan ruang utama dengan ruang serambi di sisi timur. Pada dinding sisi barat terdapat mihrab yang di sisi kanannya terdapat mimbar. Masjid Carita memiliki bentuk atap bertingkat atau tumpang yang berjumlah empat tingkatan. Atap tingkat keekmpat memiliki pagar langkan pada keempat sisinya. Puncak atap Masjid Carita ditutupi oleh sebuah mustoko. Seluruh kerangka atap ditutup oleh genting dan pada bagian lisplangnya terdapat deretan hiasan motif tumpal. Masjid Carita memiliki serambi pada keempat sisinya, yaitu serambi timur, utara dan selatan (serambi terbuka), sisi barat dan utara (serambi terbuka).

12. Masjid Salafiah Caringin

Didirikan sekitar tahun 1884 oleh penduduk Caringin secara bergotong royong yang dipimpin oleh Ulama Syekh Asnawi. Tidak jauh dari Masjid Caringin terdapat makam KH. Muhammad Asnawi (Syekh Asnawi bin Abdul Rohman) yang wafat pada tahun 1356 H (1937 M) yang terletak di tepi pantai, Desa Caringin , Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Dari Ibukota Privinsi Banten berjarak sekitar 66 km atau 43 km dari kota Pandeglang.

13. Menara Air Kota Pandeglang

Menara Air ini terletak di Jl. Ciwasiat, Kelurahan Pandeglang Kecamatan Pandeglang tidak jahu dari bangunan Mesjid Agung Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, jarak tempuh untuk mencapai ke lokasi ini sekitar 25 km dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten, Serang.

Bangunan ini berbentuk slindrik yang berfungsi sebagai menara air (water tower) tinggi bangunan ini sekitar 25 meter dengan diameter 4 meter. Bangunan ini dibagi dua bagian, bagian bawah terbuat dari batu kali yang disusun sedemikian rupa terdapat pintu masuk yang terbuat dari besi dengan dua daun pintu yang dibingkai dengan lengkung sempurna.

Bagian atas berbentuk slindrik terbuat dari bahan semen. Bagaian atas digunakan untuk penampung air. Bangunan ini dibangun pada tahun 1884. (Sumber: Artikel humaspdg.wordpress.com Foto kabar-banten.com)

   

Other Article

Travelling Saat Musim Hujan Tak Jadi Soal Setelah Membaca Tips ini

TripTrus.Com - Ingin Travelling disaat musim hujan? Kenapa Takut! travelling memang suatu kegiatan yang menyenangkan bagi semua manusia. bukan hanya sekedar gaya hidup saja, tapi saat ini travelling dijadikan sebagai salah satu kebutuhan manusia untuk menyegarkan pikiran dari kejenuhan rutinitas sehari-hari. bahkan saat ini travelling juga dijadikan suatu hobi terutama bagi kita yang tinggal di kota-kota besar.   Viajando... Traveling... #recorriendoargentina #rutasentrerrianas #viajandoconlluvia #rain #travelingrain A post shared by Silvana Rosa (@sashayseuz) onJul 2, 2016 at 6:36am PDT Jika semua rencana telah disusun secara matang. baik budget, destinasi mana saja yang akan dikunjungi dan penginapan telah di booking. rasanya guyuran hujan bukanlah jadi penghalang kita untuk melakukan travelling. dan rencana travelling kalian bisa berjalan dengan mulus jika semua persiapan matang dipersiapkan. namun, kita juga harus tetap waspada akan situasi tertentu. karena ada beberapa destinasi wisata yang cukup berbahaya untuk dikunjungi saat musim hujan. seperti pantai, pegunungan atau air tejun. Tapi kalian tak perlu khawatir. Berikut kita berikan Tips Traveling saat musim hujan, agar kalian tetap aman dan nyaman saat travelling. dan berikut ini beberapa Tipsnya : 1. Tentukan Destinasi Pastikan tempat wisata yang hendak kalian kunjungi tempat yang aman disaat musim hujan, karena travelling disaat musim hujan sangat berbeda dengan musim kemarau. disaat musim hujan, kita memang dituntut untuk lebih selektif memilih destinasi wisata yang akan kita kunjungi. kalian ga mau kan saat berlibur kalian terjebak banjir atau justru datang ketempat yang berbahaya untuk dikunjungi saat musim hujan. jangan sampai hal tersebut membuat liburan kalian jadi berantakan. 2. Cari Destinasi Wisata Indoor saat musim penghujan seperti ini, rasanya memilih tempat wisata indoor merupakan pilihan yang tepat. terutama bagi kalian yang sudah berpasangan dan memiliki  anak. karena wisata indoor lebih minim resiko  disaat musim hujan. sebelum berangkat, buatlah rute perjalanan kalian. mana saja tempat wisata indoor yang bisa  dikunjungi. seperti museum, indoor themepark atau pameran benda bersejarah. jangan lupa kalian pastikan dahulu jam beroperasi tempat-tempat tersebut. 3. Bawa Juga Payung dan Jas Hujan di musim hujan seperti ini, payung dan jas hujan adalah barang yang paling wajib kalian bawa dalam koper atau tas ransel kalian. karena payung dan jas hujan mampu melindungi tubuh kalian dari guyuran hujan yang dapat membuat kondisi tubuh menurun dan pada akhirnya rencana liburan kalian berantakan. untuk itu payung dan jas hujan wajib banget kalian bawa saat travelling di waktu musim penghujan seperti ini. 4. Baju Hangat nah, selain payung dan jas hujan barang satu ini memang tak boleh ketinggalan untuk dibawa. karena baju hangat seperti jaket, long coat, sweater atau capuchon yang berbahan tebal sangat berguna untuk menahan hawa dingin yang datang menerpa tubuh kita. sudah dipastikan jika kita berlibur disaat musim penghujan seperti ini suhu udara akan menjadi lembab dan dingin. apalagi jika kalian mengunjungi daerah puncak atau kawasan pegunungan. jadi Baju hangat sangatlah diperlukan dalam perjalanan. 5. Pilihlah Penerbangan Langsung jika kalian berlibur ke tempat yang cukup jauh dan memerlukan pesawat sebagai alat transportasi utamanya, pastikan kalian memilih penerbangan langsung sebagai alternatifnya. karena melakukan perjalanan berlibur disaat musim hujan seperti ini, dengan memilih penerbangan langsung bukan transit atau connection flight adalah pilihan yang tepat. walaupun harga yang kalian peroleh sedikit lebih mahal dari penerbangan reguler biasanya. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir resiko delay yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi akibat cuaca yang tidak bersahabat. sebab, delay akibat cuaca tidak bisa di prediksi kapan akan berakhirnya. enggak mau dong waktu kalian hanya habis untuk menunggu keberangkatan pesawat yang belum tahu kepastiannya. 6. Bawalah Obat-obatan dan Peralatan Ekstra berlibur disaat musim hujan seperti ini hal yang dipersiapkan memang sedikit lebih ekstra dibandingkan jika berlibur disaat musim panas. karena disaat musim penghujan seperti ini cuaca akan berubah-ubah tidak menentu. oleh karena itu, ada baiknya jika kita juga tak lupa menyediakan obat-obatan dalam daftar barang bawaan yang wajib selalu ada dalam tas kita. karena hal tersebut bermanfaat untuk mengantisipasi penyakit yang biasa timbul disaat musim penghujan. sediakanlah obat-obatan untuk penyakit ringan untuk yang sering dialami saat musim penghujan tiba seperti flu dan demam. selain itu, jangan lupa juga untukmembawa erlengkapan ekstra lainnya seperti BagPackcover anti air, casing underwater, Dry Bag dan sendal tahan air. 7. Berburu Kuliner Hangat salah satu aktivitas yang bisa kalian lakukan pada saat hujan adalah berburu kuliner hangat bersama teman atau keluarga. contohnya jika kalian sedang menyambangi Kota Gudeg Yogya, kalian bisa mencicipi menu Bakmi Godog atau semangkuk wedang ronde sebagai penghangat tubuh. atau jika kalian saat berkunjung ke Bandung kalian bisa mencoba Cuanki Serayu, Batagor Kuah Kingsley atau segelas wedang bajigur. dijamin tubuh kalian akan selalu hangat dan fit. 8. Pastikan Tubuh dalam Keadaan Fit pada saat musim penghujan saat ini seringkali membuat kondisi tubuh kita menurun, untuk itu sebelum melakukan travelling pastikan kondisi tubuh kalian dalam keadaan fit  dan persiapkan kondisi tubuh kita dengan baik. Jangan sampai pada saat travelling kalian tidak bisa menikmati suasana yang menyenangkan akibat kondisi tubuh yang sedang tidak fit. untuk itu jagalah selalu dengan mengkonsumsi vitamin C dan selalu makan makanan yang bergizi bagi tubuh. (Sumber: Artikel telusurindonesia.com, Foto freepik.com)  ...
more.

Hal-Hal Menarik Lain Selain Kemacetan di Jakarta!

TripTrus.Com - Bila berbicara tentang Jakarta pasti ada satu hal yang paling melekat dengan Kota ini, yaitu “Kemacetan”. Memang kemacetan menjadi sesuatu hal biasa di Jakarta. Segala bentuk sumpah serapah selalu terlontar setiap hari oleh penduduknya maupun pendatang yang berkatifitas di Jakarta. Bagaimana tidak, kemacetan sudah seperti menu yang harus mereka santap setiap hari. Kota Jakarta tercinta ini memang keras dan hanya orang-orang bermental baja yang bisa bertahan katanya. Di luar dari kemacetan serta segala sumpah serapah juga banyak hal-hal menarik yang bisa kita sebut kebahagian lain Kota Jakarta. Dan semestinya pula kita bisa menikmati Jakarta dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dari itu kita intip hal-hal menarik apa saja yang bisa kita nikmati di Jakarta: 1.      Jingga Senja Menggoda “Bersepeda di kala senja. Mengejar mentari tengelam. Hangat jingga temani rasa, nikmati Jakarta”. Mengutip sepenggal lirik dari Banda Neira berjudul Senja di Jakarta, tidak ada salahnya kita menikmati kota ini dalam bentuk senja. Karena senja di Jakarta tidak kalah mengagumkan dari kota-kota lain di Indonesia. Banyak tempat-tempat yang bisa menyajikan senja yang menggoda, contoh: Pelabuhan Sunda Kelapa Sumber: Foto indahfajarwatii.blogspot.com Stasiun Gambir Sumber: Foto panoramio.com Jembatan Four Season Kuningan Sumber: Foto geospotter.org 2.      Sejarah Dari Museum Jika ada yang bilang Jakarta itu kotanya Mall, itu benar adanya. Tapi, ada yang perlu kita ketahui bahwa Jakarta adalah Kota pemilik Museum terbanyak di Indonesia. Tercatat ada sekitar 47 Museum ada di Jakarta. Selain harga tiket masuknya yang murah, museum-museum juga bisa menjadi tempat kita belajar sejarah bangsa Indonesia dan benda-benda karya seni lainnya yang menjadi koleksi museum tersebut, contoh: Museum Fatahillah Sumber: Foto yukpiknik.com Museum Basoeki Abdullah Sumber: Foto wikimedia.org Museum Wayang Sumber: Foto sindonews.net 3.      Berburu Kuliner Malam Jakarta kalau urusan kuliner jangan ditanya lagi. Juara!!! Berbagai jenis kuliner, mulai dari harga kaki lima hingga bintang lima semua tumpah ruah tersedia di Jakarta. Jadi jangan takut susah kulineran di Jakarta. Terlebih jika malam tiba, pusat kuliner malam bisa menjadi salah satu obat pusing dari kemacetan yang menyergap kota ini. Beberapa tempat kuliner malam bisa menjadi rekomendasi kalian untuk menuntaskan lapar,contoh: Pasar Santa Sumber: Foto 30harikotakubercerita.poscinta.com Jajanan Rawamangun Sumber: Foto jajanbeken.blogspot.com 4.      Kesejukan Taman Kota Di Kota tetangga tepatnya di Kota Bandung, banyak sekali taman-taman Kota yang disulap menjadi lebih menarik. Tanpa perlu membandingkannya, Jakarta juga memiliki taman-taman kota yang tidak kalah sejuknya. Meski tidak terlihat semanarik taman-taman Kota di Bandung, Taman Kota di Jakarta bisa menjadi tempat bersantai, berolah raga, foto-foto juga mengeluarkan segala ekspersi, contoh: Taman Menteng Sumber: Foto forumtempatwisata.com Taman Ayodya Sumber: Foto jakartakita.com Taman Suropati Sumber: Foto tripadvisor.com Mungkin hal-hal menarik di atas bisa menjadi tempat kita untuk sedikit bersembunyi dari kemacetan Kota Jakarta. Banyak orang berkata: “Bahagia Itu Sederhana”., jadi mari kita buat sederhana untuk menikmati Kota ini dan berbaghagialah di Jakarta. Enjoy Jakarta! (Sumber: Artikel Amieykha, Foto tourist-destinations.com)...
more.

Buat Para Jomblo, Ini 6 Tips Traveling Untuk Kalian

TripTrus.Com - Jomblo bukan akhir dari segalanya, cobalah untuk pergi traveling dan nikmatilah hidup. Siapa tahu anda menemukan pujaan hati dan jatuh cinta pada seseorang saat melakukan traveling. Bepergian seorang diri akan lebih mengasyikkan bila anda benar-benar bisa menikmati dan memanfaatkan setiap momen dalam kegiatan traveling yang anda lakukan. Berikut 6 Tips traveling bagi penyandang status Jomblo  :)  1. Pilih Tempat Liburan yang Asyik Setiap individu pasti mempunyai minat yang berbeda-beda dalam menentukan tempat tujuan wisata, agar tidak mati gaya pilihlah tempat tujuan wisata sesuai dengan minat dan selera anda seperti ke pantai, gunung, keliling kota wisata atau bahkan ke luar negeri. Tentukan, pilih dan nikmati liburan sobat wisesatravel meskipun sedang bepergian seorang diri. 2. Siapkan Pakaian yang Terbaik Dengan berpakaian dan berpenampilan yang oke tentunya akan menunjang rasa percaya diri sobat wisesatravel, untuk itu persiapkan pakaian dan aksesori yang terbaik dalam ransel atau koper agar bisa menunjang penampilan selama traveling. Namun jangan sampai berlebihan, berusahalah untuk menyesuaikan pakaian dengan tempat dan suasana tempat wisata tujuan anda, jangan malah menjadi bahan tertawaan karena memakai jas di teriknya sinar matahari pantai  :)3. Usahakan Menginap di Hotel Backpacker   Di beberapa kawasan wisata seperti Bali, banyak terdapat hotel maupun penginapan yang memang diperuntukkan bagi backpacker dari segala penjuru negeri ataupun luar negeri. Berusahalah membaur dengan mereka dengan menginap bersama sehingga memungkinkan anda untuk bertemu dan mengenal banyak orang. Karena biasanya hotel backpacker menyediakan kamar dormitory dengan banyak tempat tidur dalam satu kamar, siapa tahu cinta anda bisa bersemi dengan traveler dari luar negeri, bisa untung bukan? Namun faktor kewaspadaan harus tetap di jaga, karena bisa jadi ada beberapa traveler yang memanfaatkan kondisi seperti ini untuk melakukan kejahatan.   4. Ikuti Aktifitas dengan Banyak Orang Selama melakukan traveling usahakan melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dengan bertemu orang-orang baru jendela dunia anda akan terbuka, kesempatan untuk bertemu pujaan hati akan terbuka lebar. Ikutlah tur rombongan dalam jumlah yang besar untuk menikmati traveling sobat wisesatravel. Bila belum puas lakukan kegiatan-kegiatan outdor lain seperti rafting, cobalah untuk berkenalan dengan anggota rombongan rafting lainya    5. Bersikap Terbuka Biarkan pikiran positif sobat wisesatravel bekerja, dengan berpikiran positif akan membantu seorang jomblo menerima kedatangan orang-orang baru dalam hidupnya. Dengan pikiran terbuka akan lebih mudah menerima dan berkenalan dengan sosok baru selama melakukan aktifitas traveling, sehingga bisa di pastikan anda akan mempunyai banyak kenalan dan bisa menikmati kegiatan traveling meskipun pada awalnya hanya bepergian seorang diri.6. Menjadi Diri Sendiri Meskipun sedang menyandang status jomblo, selalu usahakan menjadi diri sendiri, jangan pernah merubah diri hanya untuk mengikuti tren supaya disukai banyak orang. Menjadi diri sendiri adalah modal terbaik dalam upaya merubah status jomblo para sobat wisesatravel. Lakukan apa yang anda suka selama itu tidak merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban umum. Hormati orang disekeliling anda, niscaya orang lain akan menaruh hormat kepada anda.   Dengan menikmati traveling yang sobat wisesatravel lakukan, sedikit banyak akan membuka peluang bagi para jomblo untuk mendapatkan kembali sesuatu yang telah lama hilang. Selamat berjuang dan tetaplah semangat.  (Sumber: Artikel wisesatravel.com, Foto kataalien.wordpress.com)...
more.

Comment

ButikTrip.com
remen-vintagephotography
×

...