shop-triptrus



Siap-siap, Indonesia Bakal Kedatangan Hujan Meteor Bulan Ini

TRIPTRUS - Setelah kedatangan Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Penumbra beberapa hari yang lalu, Indonesia bakal kembali kedatangan fenomena alam yang tak kalah indahnya, yaitu hujan meteor. Dilansir dari National Geographic, hujan meteor yang dinamakan hujan meteor Eta Aquarids dikabarkan akan terjadi selama sebulan penuh mulai pertengahan April mendatang, tepatnya mulai sekitar tanggal 20 April hingga 21 Mei. Waktu terbaik untuk melihat mereka antara tanggal 5 dan 7 Mei, ketika langit menjadi gelap selama bulan baru. Terlihat bintik-bintik, kamu akan melihat potongan-potongan kecil dari puing-puing dari Komet Halley yang menabrak atmosfer Bumi dan terbakar. Mereka disebut Eta Aquarids seperti yang muncul dari konstelasi Aquarius. Hujan meteor ini akan lebih terlihat di belahan bumi bagian selatan. Namun, orang-orang di belahan bumi utara dapat menangkapnya juga, terutama jika kamu dekat dengan garis khatulistiwa. Pada puncaknya, orang-orang di belahan bumi selatan dapat melihat hingga 30 meteor per jamnya. Bahkan, kalau kondisi cuaca menguntungkan, mereka yang berada di utara khatulistiwa masih bisa melihat 10 meteor setiap jam. Untuk melihat hujan meteor, lebih baik untuk pergi ke luar selama setengah jam sebelum mandi, agar mata kamu menjadi diaklimatisasi untuk melihat dalam cahaya rendah. Selain itu, meteor akan lebih jelas terlihat, kalau cahaya dari lampu-lampu kota dan lampu jalan dimatikan. Di Indonesia sendiri fenomena ini bisa disaksikan sekitar tanggal 15 hingga 25 April nanti, dengan puncaknya pada 22 sampai 23 April, hanya saja bukan hujan meteor Eta Aquarids, melainkan hujan meteor Lyrid. Hal ini disampaikan oleh Astronom dari Pusat Sain Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto. “Intensitasnya sekitar 12 meteor setiap jamnya. Hujan meteor itu bisa dilihat di wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Syaratnya kondisi langit bersih, sehingga bisa dilihat dengan jelas,” sebut Rhorom seperti dikutip dariGoRiaucom, Jumat (1/4/2016). Sumber: merdeka.com Ia menyampaikan, arah pancaran meteor ini ada di dekat rasi Lyra yang terbit sekitar jam 21.00 WIB. Ini termasuk hujan meteor langka yang terjadi sekali dalam 415 tahun. “Baru sekali diamati pada tahun 1861, tapi serpihan ekornya masih tersisa sebagai meteor stream hingga kini,” ulasnya. Perlu diketahui, lokasi pengamatan sangat menentukan hasil. Saran Rhorom, pilihlah suasana langit malam yang cerah dan tidak berawan, serta bebas dari polusi cahaya. “Misalnya di pinggiran kota. Itu juga tergantung prakiraan cuaca. Mungkin di Sumatera bagian utara atau daerah Nusa Tenggara berpeluang cerah,” sebut Rhorom. Jadi, sudah siap untuk melihat fenomena alam ini? (Sumber: Artikel jadiberita.com Foto beritabekasi.com)
...more

Melihat Situs Waruga di Minahasa Utara

Memasuki salah satu situs bersejarah di Minahasa Utara ini butuh sedikit perjuangan untuk mencarinya. Letaknya yang berada di belakang perumahan dan lahan penduduk membuat salah satu situs bersejarah di Sulawesi Utara ini agak tersembunyi. Inilah Situs Waruga Sawangan yang merupakan kuburan tua peninggalan zaman megalitik orang Minahasa. Waruga di Minahasa diperkirakan berkembang pada sekitar awal abad ke-13 sebelum Masehi. Kemunculan Waruga pertama kali di daerah Bukit Kelewer, Treman, dan Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara. Kemunculan Waruga kemudian terus berkembang di berbagai daerah di Sulawesi Utara hingga awal abad ke-20 Masehi. Pada zaman pra-sejarah masyarakat Minahasa masih percaya jika roh leluhur memiliki kekuatan magis. Untuk itu, kuburan dibuat secara khusus dengan seindah mungkin. Waruga terdiri dari dua bagian, bagian badan dan bagian tutup. Bagian badan berbentuk kubus dan bagian tutup berbentuk menyerupai atap rumah. Uniknya, waruga tidak dibuat oleh kerabat atau keluarga dari orang yang meninggal akan tetapi dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggal. Ketika orang itu akan meninggal maka dengan sendirinya akan memasuki waruga yang dibuatnya itu setelah diberi bekal kubur lengkap. Suatu hari bila itu dilakukan dengan sepenuhnya akan mendatangkan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebenarnya di Sulawesi Utara banyak terdapat situs Waruga, salah satunya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat 143 buah Waruga di desa ini yang dibagi dalam beberapa ukuran yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama, Waruga berukuran kecil dengan ketinggian antara 0-100 cm sebanyak 10 buah. Kedua, Waruga berukuran sedang dengan ketinggian antara 101-150 cm sebanyak 52 buah. Ketiga, Waruga berukuran besar dengan ketinggian antara 151-250 cm sebanyak 81 buah. Waruga sendiri berasal dari bahasa Tombulu, yakni dari suku kata Wale Maruga yang memiliki arti rumah dari badan yang akan kering. Waruga juga memiliki arti lainnya yakni Wale Waru atau kubur dari Domato atau sejenis tanah lilin. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta

TripTrus.Com - Kota Tua sebagai salah satu landmark kota Jakarta menyimpan sejuta pesona bagi siapa saja yang mengunjunginya. Setiap akhir pekan, kawasan ini selalu saja ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangunan-bangunan tempo dulu zaman Kolonial Belanda adalah salah satu suguhan wisata yang enak dipandang. Selain itu, ternyata Kota Tua masih memiliki objek wisata lainnya yang siap mencuri perhatian banyak wisatawan. Berikut adalah 6 tujuan wisata Kota Tua yang sayang jika Anda lewatkan! 1. Museum Fatahillah   Ber #commuterline kita ke #museumfatahillah #kotatuajakarta #museumwayangjakarta 😍😍 A post shared by @ bettyardi onJun 13, 2018 at 3:12am PDT Museum Fatahillah ini dikenal juga dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Pada zaman pendudukan Belanda, gedung ini merupakan balai kota, pengadilan, sekaligus penjara bawah tanah. Tapi kini, bangunan berwarna putih yang terlihat klasik ini beralih fungsi menjadi sebuah museum yang menyimpan beragam barang antik, mulai dari furnitur antik zaman Belanda, prasasti dan arca, hingga alat musik Gambang Kromong. Sedangkan pada bagian luar gedung terhampar sebuah lapangan yang dikenal dengan Lapangan Fatahillah. Pada akhir pekan lokasi ini ramai pengunjung. Biasanya mereka melakukan aktifitas bersepeda ontel, fotografi atau duduk santai sambil menikmati WiFi gratis. Jam operasional : Hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa dan Rp. 1.000,- untuk anak Alamat : Jalan Taman Fatahillah No 2, Jakarta Barat. Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Kota kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki hingga Museum Fatahillah. 2. Museum Bank Indonesia   JalanJalanZeru🀩 #museumbankindonesia A post shared by @ anugrah.christine onJun 23, 2018 at 6:02am PDT Di masa Indonesia baru merdeka, Museum Bank Indonesia menjadi pusat pengendali ekonomi dan moneter. Awalnya bangunan ini adalah sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospital. Kemudian dalam perjalanannya dialihfungsikan menjadi sebuah bank yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Kemudian sejak tahun 1962, bangunan ini sudah tidak lagi difungsikan menjadi kantor pusat Bank Indonesia dan beralihfungsi menjadi sebuah museum. Meskipun demikian, kondisi bangunannya hingga kini masih terlihat sangat kokoh dengan perpaduan antara bangunan klasik dan modern. Museum Bank Indonesia menggunakan teknologi multimedia, panel statistik, display elektronik, dan diorama untuk mengisahkan peranan Bank Indonesia dalam perekonomian bangsa. Selain itu, pengunjung dapat juga melihat berbagai koleksi menarik seperti uang rupiah dari masa ke masa. Jam operasional : Selasa-Kamis 08.30-14.30, Sabtu-Minggu 09.00-16.00, Jumat 08.30-11.00 WIB Harga : Gratis Alamat : Jalan Pintu Besar Utara No.4, Kota Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat. [Baca juga : Menyusuri Budaya Tionghoa Tangerang] 3. Museum Seni Rupa dan Keramik   Museum Seni Rupa dan Keramik. 2007 #wonderfulindonesia #museum #museumsenirupadankeramik #arsitekturphotography #jakarta #streetphotographyindonesia #streetphotographerscommunity #streetphotographyinternational #aboutstreetphotography #lensculture #visionofpictures #bnw_demand #bnwphotography #noiretblancphotographie #blackandwhitephotography #magnumphotos #maklumfoto #architecture #jakarta A post shared by Aran Kulow (@arankulow) onJun 6, 2018 at 2:40pm PDT Tampak luar, Museum Seni Rupa dan Keramik terlihat mewah dengan corak arsitektur Eropa yang dilengkapi dengan pilar-pilar besar. Dan ketika memasuki bagian dalam, keindahan museum semakin bertambah. Pengunjung dapat menyaksikan sekitar 350 lukisan dan 1350 jenis keramik, baik dari nusantara, Asia, hingga Eropa. Bagi Anda yang menyukai karya seni lukis dan kerajinan tangan berbentuk keramik, tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk menambah pengetahuan. Di tempat ini, pengunjung juga dapat mempelajari tentang cara membuat keramik. Jam operasional : Selasa – Minggu mulai pukul 9.00 – 15.00 WIB Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa, Rp. 1.000,- Mahasiswa, Rp. 600,- anak dan pelajar Alamat : Jalan Pos Kota No.2, Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Museum Fatahillah. 4. Toko Merah   Hei! serunya di jakarta.. ada banyak cerita.. macet dienakin aja.. • • • #tokomerah #kotatua #jakarta #indonesia #whpgetlost A post shared by Aditya Dharma Putranto (@aditjaws) onJun 23, 2018 at 3:09am PDT Jika sedang berada di wilayah Kali Besar, tidak jauh dari tempat itu ada sebuah bangunan yang berwarna merah yang dikenal dengan sebutan Toko Merah. Warnanya yang merah menyala memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melewati tepi sungai Ciliwung. Tapi sayangnya, Toko Merah adalah salah satu tempat di kawasan wisata Kota Tua yang tidak terbuka untuk publik luas. Pengunjung yang ingin bertandang ke tempat ini diharuskan mengurus perizinan yang diperlukan terlebih dahulu. Alamat : Jalan Kali Besar Barat 17, Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat. 5. Jembatan Kota Intan   Minggu ini traveling ku gak jauh jauh cukup di ibu kota yang kata orang sangat bising dan macet. Tapi nyata nya ada juga tempat yang sepi dan nyaman buat bersantai. Sudah bertahun tahun aku di Jakarta tapi baru sekali ini aku bisa main ke tempat ini. Dan keturutan juga keinginan ku berfoto di tempat ini. Ada yang bertanya foto dimana itu? Nah aku kasih tau sekarang, itu lokasinya di kota tua dan tempat itu nama nya Jembatan Kota Intan Sunda Kelapa. Sejarahnya Jembatan ini sebenarnya sering mengalami pergantian nama sesuai pergantian zaman. Dan yang terakhir ini setelah Kemerdekaan nama nya Jembatan Kota Intan. Photo by @siska_endarwati #jakarta #wisatajakarta #kotatua #jembatankotaintan #traveling #traveler #instagram #tourismindonesia #like4like A post shared by TRAVEL AND LEISURE (@veronika.desi) onMar 18, 2018 at 4:48am PDT Jembatan yang satu ini merupakan satu-satunya jembatan sisa peninggalan zaman Kolonial Belanda yang ada di Jakarta. Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Singkat cerita, pada tahun 1938 fungsi jembatan inipun diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Hingga kini Jembatan Kota Intan masih berdiri dengan kokoh dan berfungsi sebagai objek wisata. Jika akhir pekan, tempat ini banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Harga : Gratis Alamat : Ancol, Pademangan, Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota. 6. Pelabuhan Sunda Kelapa   The fisherman. • • • • #pelabuhansundakelapa #fisherman #sundakelapaharbour #harbour #boat #ship #instagram A post shared by Buddy Trisatyo (@buddy.trisatyo) onJun 24, 2018 at 7:48pm PDT Pelabuhan Sunda Kelapa usianya lebih tua dari kota Jakarta. Pelabuhan ini sudah ada jauh sebelum Kota Jakarta terbentuk. Karena tempatnya yang strategis, sejak abad ke-12 pelabuhan ini sudah digunakan sebagai tempat persinggahan banyak kapal mancanegara yang datang untuk perdagangan. Selain itu, karena usianya inilah, Pelabuhan Sunda Kelapa udah mengalami lintas penguasa, mulai dari kerajaan Pajajaran, Portugis, Kerajaan Demak, dan Belanda. Sore hari ketika matahari mulai tenggelam adalah saat dimana pelabuhan ini terlihat begitu indah dan cantik. Tergambar jelas siluet kapal-kapal yang sedang bersandar di bibir dermaga. Harga : Gratis Alamat : kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota dan dilanjutkan dengan menggunakan taxi. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto vakansinesia.com)
...more

7 Destinasi Liburan Akhir Tahun Yang Ramah di Kantong

TripTrus.Com- Ingin bisa liburan akhir tahun dengan hemat? Cari tahu destinasi mana saja yang bisa dituju di sini! Akhir tahun dikenal sebagai periode liburan yang mahal bagi sebagian besar orang. Bukan hanya anak-anak yang libur sekolah pada periode ini, tapi orang tua atau para pekerja kantoran pada umumnya juga libur dari pekerjaannya. Momen akhir tahun menjadi waktu yang pas untuk untuk liburan bersama seluruh keluarga ataupun sahabat. Alhasil, harga tiket pesawat dan hotel meningkat secara signifikan. Ingin ikut serta dalam kemeriahan libur akhir tahun tapi budget Anda terbatas? Ini dia 10 destinasi yang bisa Anda jadikan pilihan untuk liburan akhir tahun, yang bukan hanya menyenangkan, tapi juga ramah di kantong. 1. Malang Malang merupakan tempat yang tepat untuk bersenang-senang. Hawa sejuk dan beragam destinasi menarik membuat kota ini tidak pernah sepi pengunjung. Menaiki biangala di Alun-Alun Kota Baru, paralayang di Batu, bermain air di Air Terjun Coban Rondo, berkeliling Jatim Park 1 dan Jatim Park 2, berfoto di Museum Angkut, menghabiskan malam di Batu Night Spectacular, dan menikmati es krim di Toko Oen merupakan rangkaian aktivitas yang wajib dilakukan selagi berkunjung ke Malang. Bukan itu saja, biaya makan, transportasi, dan berbagai aktivitas di Malang pun tergolong murah!   Colourfull . . . #kampungwarnawarnimalang #malangkota #visimalang #visitjawatimur A post shared by Aulia Risky Chandra (@aulriskichandra) onJan 3, 2017 at 3:52am PST Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Malang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,8 jutaan! 2. Yogyakarta Popularitas Jogjakarta sebagai destinasi liburan favorit tidak perlu dipertanyakan lagi. Suasana tenang, biaya hidup —dan warganya— yang bersahabat menjadikan kota ini dicintai banyak orang. Tahun ini, setelah dijadikan lokasi syuting “Ada Apa dengan Cinta? 2”, Jogjakarta semakin naik daun. Jika ingin mengintip lokasi yang didatangi Cinta dan Rangga, Anda dapat berkunjung ke Istana Ratu Boko, Bukit Rhema, Pantai Parangtritis, Punthuk Setumbu, dan tidak ketinggalan menonton Papermoon Puppet Theater. Sempurnakan kunjungan di Jogjakarta dengan menginap di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman.   Akan selalu ada hal yang dirindukan...... . . πŸ“·@ekoprasetyo_24 πŸ™πŸ‘Œ . . #streetphotography #jogja #malioboro #latepost #instapic #instagood #instagram #instalike #indonesia A post shared by Hanna Setyani (@hannasetyani_er) onDec 7, 2017 at 12:47am PST Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Yogyakarta untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,1 jutaan! 3. Bali Ide tentang liburan biasanya tidak jauh dari pikiran tentang Bali. Bali dan liburan dapat disebut sebagai satu kesatuan. Tidak lengkap rasanya jika tidak menghabiskan liburan akhir tahun di destinasi favorit mayoritas traveler ini. Walau harga tiket pesawat dan hotel memang cenderung lebih mahal saat akhir tahun, tapi bukan tidak mungkin Anda tetap bisa liburan dengan hemat di sana. Lakukanlah aktivitas misalnya berkunjung ke tempat-tempat, seperti Air Terjung Aling-Aling, Danau Tamblingan, Bukit Campuhan, Bukit Asah, Pasih Uug, dan Pantai Tegal Wangi, yang dapat dinikmati secara cuma-cuma.   Selamt malam....Bali....πŸ’› I want to see a beautiful sunset... #bali #gohome #wonderfulplace #trip #travel #ζ—… #ζ—…θ‘Œε€§ε₯½γ #ζ΅·ε€–ζ—…θ‘Œ #ζ΅· #η©Ί #γΎγŸεΈ°γ£γ¦γγ‚‹ #ε₯½γγͺ場所 #indonesia #seminyak #kerobokan #canggu #ubud #amed #legian #kuta #beach #seminyakbeach #sunset #こんばんわ #今ζ—₯も寒い一ζ—₯γ§γ—γŸ #明ζ—₯はもっと寒いらしい #γ‚γ€œζš–γ‹γ„γ¨γ“γ«εΈ°γ‚ŠγŸγ„β€οΈŽ←εΈŒζœ› A post shared by tomo7030 (@tomo7030momo) onDec 7, 2017 at 3:00am PST Tiket pesawat pulang-pergi Surabaya-Bali untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1 jutaan! 4. Palembang Selain makan pempek, selama berada di Palembang Anda dapat menyambangi Taman Kambang Iwak yang berlokasi di tengah kota, berfoto dengan latar belakang Jembatan Ampera, melihat cantiknya pagoda di Pulau Kemaro, bertualang di Punti Kayu atau Bukit Serelo, juga wisata air di Curup Maung Lahat dan Curug Tujuh Kenangan. Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Palembang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp800 ribuan! 5. Medan Banyak aktivitas seru —dan murah— yang dapat Anda lakukan ketika berkunjung ke Medan, mulai dari melihat warisan Kesultanan Deli di Istana Maimun dan mengintip kehidupan bangsawan Medan di Tjong A Fie Mansion, trekking di Bukit Lawang, seru-seruan di Air Terjun Dua Warna Sibolangit, bertualang di Tangkahan, melihat pagoda tertinggi di Indonesia di Taman Alam Lumbini, wisata kuliner di Merdeka Walk, dan tentunya menikmati kecantikan Danau Toba.   Tuntutlah ilmu sampai ke negri cina.. Pepatah lama.😊 Location, vihara gunung timur #medan #viharagunungtimur #pepatah #jumat #art #2017 #raunraun #cagarbudaya #tempoedoeloe #medanheritage A post shared by Saiful Anwar NaSuTiOn (@bg.ipul.nst) onNov 23, 2017 at 10:43pm PST Tiket pesawat pulang-pergi Pekanbaru-Medan untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,1 jutaan! 6. Padang Isi libur akhir tahun Anda di Padang dengan mengunjungi Danau Laut Tinggal yang berwarna toska, melihat megahnya Masjid Raya Sumatera Barat, melintasi Jembatan Akar di Bayang Utara, bermain air di Lubuak Tampuruang, berfoto di Kelok Sembilan, mengintip kebudayaan Minang di Istana Pagaruyung, melihat hijaunya Lembah Harau, dan menyambangi Jam Gadang yang iconic. Selama berada di sana, pastikan Anda memanjakan lidah dan perut dengan menyantap makanan Padang yang kelezatannya masyhur.   Katakan, ooo. Pada mama, ooo! Cinta bukan hanya harta dan tahta. Pastikan, ooo. Pada semua, ooo! Hanya cinta yang sejukan dunia... Sepenggal lirik milik @de19wa yang berjudul Cukup Siti Nurbaya. Ya, sepanjang Jelajah Sumbar ini begitu banyak percakapan "cocoklogi", jadi lirik tersebut menjadi pengantar untuk foto dari atas Jembatan Siti Nurbaya, yang memperlihatkan kita bagaimana jalur air yang digunakan Kota Tua Padang ini. A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onDec 3, 2017 at 6:23am PST Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Padang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,4 jutaan! 7. Balikpapan Di destinasi yang sering disebut sebagai Kota Beriman atau Kota Minyak ini Anda dapat menghabiskan libur akhir tahun di Bukit Bangkirai yang cocok dijadikan lokasi foto, bermain di Pantai Kilang, bersantai di Danau Cermin, atau bertualang di Bukit Batu Dinding. Tidak perlu ragu, jadikan akhir tahun sebagai waktu yang tepat untuk terbang ke Kalimantan dan berkunjung ke Balikpapan!   "Menjamah sedu ayu meluangkan waktumu" Sore - Setengah Lima A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onJul 9, 2017 at 5:43am PDT Tiket pesawat pulang-pergi Makassar-Balikpapan untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1 jutaan! (Sumber: Artikel skyscanner.co.id Foto pexels.com)
...more

Cara Mencuci Baju Saat Traveling

TRIPTRUS - Traveling adalah hobi yang sangat mengasyikkan, semua orang penganut traveling sebagai hobi pasti akan setuju dengan pendapat itu. Bisa jalan-jalan keliling Indonesia atau bahkan keseluruh dunia mungkin akan berkesan dan terasa amazing. Apalagi kalau dapat menghasilkan uang dari hobi traveling ini, seperti Fotografer, Travel Blogger, Travel Show Host, dll. Kadang kita sering melihat para backpacker dengan menggunakan tas ransel yang disandang di punggung saja tapi bisa bepergian dari kota satu ke kota lain, dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu negara ke negara lain. Pernahkah terlintas di pikiran kita sebuah pertanyaan, apakah pakaian yang cuma 1 tas itu saja cukup buat berpergian sampai kemana-mana? Bagaimana cara mencuci bajunya? Sedangkan mereka sibuk dengan kegiatan travelingnya. Atau mungkin kita berpikir kalau baju mereka tidak dicuci dan dipakai berhari-hari? Eittss… tunggu dulu, jangan berpikir kalau backpacker itu orangnya jorok-jorok. Tidak semua backpacker seperti itu, mereka juga selalu mencuci bajunya. Mau tau caranya bagaimana mereka mencuci baju saat traveling? Simak tips mencuci baju saat traveling berikut ini yang Beenatu bagikan. 1. Menggunakan Tas ZiplockTas ini sangat cocok digunakan karena dapat menahan tekanan air sampai 190 meter selama 2 minggu, dan juga sangat praktis dan ringan sebagai pengganti ember atau bak. Untuk mencuci dengan menggunakan ini, caranya masukan baju kotor kemudian tmbahkan air hangat dan detergent, kemudian aduk2 selama 5menit, setelah itu diamkan selama 10 menit. Setelah 10 menit bilas dengan air besih. selain untuk mencuci dapat juga digunakan untuk menyimpan baju kotor. 2. Menggunakan Wastafel Cara ini yang sering digunakan para backpacker untuk mencuci pakaian mereka. Baju kotor tersebut dimasukan ke wastafel, lalu mnmbahkan dengan detergent dan juga air hangat, tapi tutup dulu wastafelnya dengan penutupnya agar air tidak mengalir. tunggu beberapa menit, kemudian buka kembali saat membilas pakaian. 3. Menggunakan Jasa LaundryIni adalah cara terakhir yang digunakan buat yang gak mau ribet, sekarang jasa laundry langsung jadi juga sudah banyak, tapi kita harus merogoh kocek lebih banyak dibandingkan dengan mencuci sendiri. Nah sekarang sudah tau kan bagaimana para backpacker mencuci bajunya. Selamat ber-traveling ria… (Sumber: Artikel blog.beenatu.com Foto asalgaya.com)
...more

Imbas Corona Covid-19, Tiga Destinasi Wisata di Indonesia Ini Jadi Sepi

TripTrus.Com - Kebijakan travel ban atau larangan kunjungan dari negara-negara yang terdampak virus corona Covid-19 berdampak besar pada sektor pariwisata Tanah Air.  Hal tersebut membuat jumlah wisatawan mancanegara atau wisman juga mengalami penurunan, khususnya wisatawan dari China. Beberapa destinasi wisata merasakan imbasnya dengan berkurangnya jumlah wisman yang berkunjung dan membuat destinasi tersebut menjadi sepi. Dirangkum suara.com dari berbagai sumber, berikut tiga destinasi terdampak telak wabah virus corona Covid-19. 1. Yogyakarta       View this post on Instagram A post shared by Anton Hari Prasetio (@antonhariprasetio_) onMar 5, 2020 at 11:15pm PST Beberapa objek wisata di Yogyakarta mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Pantai Timang, Yogyakarta. Kondisi ini tak lepas dari merebaknya kasus virus corona yang terjadi di Asia, khususnya China. Wasiman, pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata per hari mencapai 600 hingga 700 orang. Namun sejak ramai kasus virus corona, jumlah kunjungan anjlok hingga 50 persen. "Penurunan kunjungan wisatawan mancanagera lebih dari 50 persen. Biro perjalanan banyak yang membatalkan agenda kunjungan. Kami hanya berharap kasus virus corona dapat ditangani, dan geliat wisata kembali pulih," kata Wasiman di Gunungkidul, Selasa (18/2/2020) seperti yang Suara.com lansir dari Antara. Ia mengatakan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Timang berasal dari Malaysia, Korea, China, dan kawasan Asia lainnya. Mereka ingin mencoba gondola dan jembatan ke pulau karang. Selain itu, kawasan Pantai Timang juga terkenal dengan olahan lobsternya. "Saat ini yang datang sebagian dari Melayu atau Malaysia," tutup Wasiman. 2. Bandung       View this post on Instagram A post shared by Putri Rahayu🌹 (@putrhy__) onMar 5, 2020 at 9:50pm PST Tempat wisatawa di Bandung juga merasakan imbas wabah corona Covid-10 salah satuynya kawasan Glamping Lake Side, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Menurut GM Glamping Lake Side, Endang Suherman, objek wisata Glamping Lake Side banyak diminati oleh wisatawan mancanegara khususnya Tiongkok dan Singapura. Adanya wabah corona menyebabkan kunjungan wisatawan menurun sampai 30 persen, seperti dikutip AyoBandung.com--jaringan Suara.com. "Sejak ada corona, wisatawan mancanegara turun 15 persen. Sebagian besarnya dari Tiongkok," tutur Endang, Selasa (25/2/2020). Rata-rata setiap bulan sekitar 6.000 wisatawan asal Tiongkok mengunjungi objek wisata yang terkenal dengan restoran kapal pinisi tersebut. Namun, saat ini kunjungan wisatawan dari negeri tirai bambu berkurang 50 persen. "Memang wisatawan mancanegara yang ke sini kebanyakan dari Tiongkok. Setelah ada corona otomatis terjadi penurunan, kan ada pembatasan juga kunjungan dari sana ke Indonesia," ujarnya. "Total penurunan keseluruhan, antara dampak corona dengan cuaca, mencapai 30 persen," tutup Endang. 3. Bali       View this post on Instagram A post shared by Adi Gusti (@gustiadi_1993) onMar 5, 2020 at 7:45pm PST Pulau Dewata Bali yang menjadi sumbu wisata Indonesia bisa jadi merupakan salah satu yang terdampak telak kabar mengenai wabah corona Covid-19. Media Inggris Daily Mail beberapa waktu lalu bahkan membagikan foto diduga Bandara I Gusti Ngurah Rai yang sepi dan menyebut Bali berubah dari kiblatnya para turis hingga menjadi kota hantu akibata larangan penerbangan dari dan ke China. "Bali berubah dari Makkah-nya para turis menjadi kota hantu setelah turis China dilarang karena menyebarnya Virus Corona," demikian bunyi headline Daily Mail seperti dikutip Suara.com. Akan tetapi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa membantah tudingan media asing yang menyebut Bali bak kota hantu karena sepi turis. Kata Putu Astawa, berita itu hoaks. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Putu Astawa menegaskan memang terjadi penurunan jumlah wisatawan di Pulau Dewata namun hanya dari turis China saja. "Penurunan wisatawan memang terjadi, tapi itu khusus market Tiongkok saja, sekitar 25-27 persen, sementara market yang lain masin on schedule, belum ada yang cancel," kata Putu Astawa seperti dikutip dari Beritabali.com--jaringan Suara.com. Menurutnya kunjungan wisatawan ke Bali memang berkurang, karena adanya penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Dari sebanyak 6,3 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali, 1,185 juta di antaranya adalah wisatawan dari Tiongkok. (Sumber: Artikel suara.com Foto pixabay.com/iqbalnuril)
...more

Melihat Penangkaran Tukik di UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman

Selain dikenal dengan objek wisata jam gadang, Sumatera Barat juga ternyata memiliki satu destinasi eko-wisata yakni Pusat Konservasi Penyu di Kota Pariaman. Di sini, kita dapat melihat bagaimana penyu-penyu yang hidup di kawasan Pariaman dipelihara dalam sebuah penangkaran. Untuk bisa menuju pusat konservasi yang terletak di Jalan Syeh Abdul Arif, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, tidaklah begitu sulit. Dari Pusat Kota Pariaman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai ke destinasi ini. Begitu sampai di pusat konservasi ini, aneka jenis tukik seperti menyambut keberadaan kita. Ada beberapa jenis tukik yang bisa kita lihat di sini seperti penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Setelah melewati masa penangkaran, sebagian besar tukik-tukik tersebut kemudian dilepaskan ke laut. Untuk dapat lebih dekat dan bahkan ingin menyentuh tukik-tukik ini, UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi pengunjung seperti, ruang inkubasi peneluran penyu, hacthery, dan ruang karantina. Pengelola juga menyediakan ruang informasi untuk pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai tukik-tukik yang ada di pusat konservasi ini.   Selain berfungsi sebagai pusat konservasi, saat ini UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman juga menjadi salah satu objek eko-wisata. Tidak hanya wisatawan dari Pariaman dan Padang pada umumnya, namun wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi wisata ini sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi ketika berada di Pariaman. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Hutan Mati Gunung Papandayan

Semua pasti setuju bahwa Gunung Papandayan itu cocok buat pendaki yang baru mau memulai pendakian. Selain karena treknya yang relatif tidak terlalu sulit, dengan sumber air melimpah, spot-spot pemandangannya pun bakal bikin siapapun ketagihan. Nah, salah satu spot paling ikonik di Gunung Papandayan, selain Taman Edelweiss Tegal Alun, adalah Hutan Mati. Namanya memang agak seram, tapi alih-alih seram, Hutan Mati Gunung Papandayan akan memberi kesan eksotisme yang tidak ada duanya. Terletak tepat di atas kawah utama Gunung Papandayan, kayu-kayu cantigi ini mati diterpa letusan vulkanik bertahun-tahun silam. Kini, asap belerang dari kawah pun seringkali diterpa angin ke arah Hutan Mati. Letaknya yang cukup dekat dengan camping ground Pondok Saladah membuat Hutan Mati menjadi spot yang harus dikunjungi baik di kala senja, maupun ketika menunggu sunrise. Hanya sekitar 10 hingga 15 menit dari tenda di Pondok Saladah Travelmate sudah bisa menikmati Hutan Mati. Travelmate juga akan melewati jalur Hutan Mati ini untuk meneruskan pendakian ke taman edelweiss Tegal Alun. Untuk pendaki pemula, tentu pemandangan ini adalah trigger untuk melakukan pendakian lebih jauh. Sehingga tentu saja orang bisa berkata : “hutan ini memang mati, tapi disinilah petualangan itu mulai hidup… yup, the forest is dead, but the adventure has just lived.”
...more

Lembah Harau Tempat Bidadari Turun ke Bumi

Tebing-tebing cadas setinggi 100 hingga 500 meter itu berdiri tegak laksana benteng pelindung bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Warnanya coklat kemerahan dengan sejumlah tumbuhan menggantung di beberapa bagian tebing. Di antara tebing-tebing yang berdiri kokoh itu terdapat celah berupa daratan dengan hamparan sawah menghijau. Warna hijau padi ibarat permadani di tengah bentangan batu-batu cadas yang menjulang menantang langit. Inilah Lembah Harau, satu tempat eksotik untuk menikmati panorama alam di Kabupaten 50 Kota. Apalagi dasar lembah ini juga dihuni sejumlah jenis binatang dan burung liar yang menambah suasana alami. Saya tidak takjub begitu megah karunia Tuhan untuk daerah ini.  Berada di Taman Wisata Lembah Harau, saya serasa terkepung oleh benteng alam yang kokoh. Apalagi jika berada di dasar lembah tidak lama setelah hujan turun. Pelangi yang diyakini banyak orang sebagai selendang bidadari akan melintas membentung satu garis melengkung di sekitar lembah. Suasana ini makin menakjubkan jika kita berada di sekitar air terjun yang banyak terdapat di lembah ini. Paling tidak ada sekitar lima air terjun yang menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari cara menikmati Lembah Harau. Dari cerita yang beredar di tengah penduduk, serombongan bidadari berbusana putih pernah turun ke Air Terjun Sarasah Bunta di tahun 2008. Selain Sarasah Bunta, air terjun lain yang cukup terkenal adalah Akar Berayun, Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasa Luluh. Kita bisa memilih mana yang kita suka untuk dinikmati. Air Terjun Aka Berayun terletak di kawasan Aka Barayun yang cocok untuk wisata keluarga. Di sini sudah tersedia kolam renang dan bagian tebing-tebingnya menarik untuk olahraga panjat tebing. Empat air terjun lain yang berada di kawasan Sarasah Bunta juga tidak kalah menarik untuk didatangi. Kawasan ini paling dikenal memiliki nilai historis dan hal-hal yang penuh mitos. Tidak sedikit yang meyakini masing-masing air terjun memiliki khasiat. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini. Sumber: AMBOYINDONESIA pasaharau.com/lembah-harau-tempat-bidadari-turun-ke-bumi Foto:http://pasaharau.com
...more

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Trekking Sentul
08 Mar 2021
Trekking Sentul
09 Mar 2021
Trekking Sentul
10 Mar 2021
Paket Tour Mentawai
10 - 14 Mar 2021
Trekking Sentul
11 Mar 2021
×

...